Dodap, NetzID.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menghadiri acara Pentahbisan dan Peresmian Gereja GMIBM Kanaan di Desa Dodap, Kamis (31/07/2025). Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut disambut penuh sukacita oleh jemaat, tokoh agama, dan masyarakat.
Acara diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat, diiringi dengan doa bersama, penandatanganan prasasti oleh Ketua Sinode GMIBM dan Bupati Boltim, serta pemotongan pita oleh Wakil Bupati sebagai tanda resmi dibukanya rumah ibadah tersebut untuk digunakan oleh jemaat.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan rasa syukur atas berdirinya gereja yang menjadi simbol pertumbuhan iman dan spiritualitas umat Kristiani di wilayah Dodap. Ia mengingatkan bahwa gereja bukan sekadar bangunan tempat ibadah, melainkan pusat peradaban kasih dan pengharapan.
“Gereja adalah tempat membangun relasi antara manusia dengan Tuhan dan antar sesama. Tempat tumbuhnya kasih, pengharapan, dan damai sejahtera,” ungkap Bupati Oskar dengan penuh semangat.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat Boltim yang multikultural. Menurutnya, rumah ibadah apapun bentuknya harus menjadi simbol pemersatu, bukan pemisah.
“Boltim adalah rumah bersama semua umat beragama. Toleransi, saling menghormati, dan hidup rukun berdampingan harus terus kita jaga,” tegas Oskar.
Ia juga menitipkan harapan agar Gereja GMIBM Kanaan dapat menjadi pusat pertumbuhan iman dan juga berdampak positif bagi masyarakat luas, tidak hanya terbatas pada internal jemaat.
“Semoga keberadaan gereja ini membawa terang kasih dan persaudaraan bagi seluruh warga,” pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Boltim, Kasat Bimas Polres Boltim mewakili Kapolres, Ketua Sinode GMIBM, para pendeta dan majelis jemaat, tenaga ahli Bupati, serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.
Gema pujian dan rasa syukur terasa mengisi udara Dodap hari itu, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial keagamaan di Bolaang Mongondow Timur. (*Red)












