Tutuyan II, NetzID.com – Ketua Karang Taruna Panebulan Tutuyan II, Prayoga Latodjo, angkat bicara terkait isu seputar bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Sosial. Dalam keterangannya kepada NetzID.com, Selasa malam (29/7/25), Yoga, sapaan akrabnya menegaskan bahwa selama kurang lebih delapan tahun terakhir, Karang Taruna yang dipimpinnya belum pernah menerima bantuan dari Dinsos.
“Kami merasa perlu meluruskan isu yang berkembang agar tidak menjadi fitnah di masyarakat. Faktanya, Karang Taruna Panebulan Tutuyan II sudah hampir delapan tahun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” kata Yoga.
Menurutnya, setiap tahun memang ada program bantuan dari Pemkab Boltim yang disalurkan lewat Dinas Sosial. Namun bantuan tersebut bersifat bergilir dan diberikan kepada Karang Taruna di desa-desa yang telah memenuhi persyaratan administrasi.
“Kalau tahun ini Karang Taruna Desa A sudah dapat, maka tahun depan giliran Karang Taruna dari desa lain. Ini sistem rotasi yang adil dan sudah berjalan cukup lama,” jelas Yoga.
Yoga membantah keras anggapan yang menyebutkan bahwa hanya satu Karang Taruna yang selalu menerima bantuan setiap tahun, apalagi jika dikaitkan dengan dana CSR dari Bank Sulut.
“Tidak benar kalau disebut ada monopoli dana bantuan. Apalagi sampai disebut dana CSR Bank Sulut itu hanya untuk satu Karang Taruna saja. Informasi seperti ini bisa menyesatkan dan memecah solidaritas antar pemuda,” tegasnya.
Ia meminta Dinas Sosial Kabupaten Boltim untuk menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai tata cara dan regulasi pengajuan bantuan tersebut. Transparansi dianggap penting untuk mencegah munculnya prasangka buruk di tengah masyarakat.
“Dinas Sosial sebaiknya membuka data penerima bantuan Karang Taruna selama lima tahun terakhir. Itu akan jadi edukasi publik bahwa sistemnya memang bergilir dan berdasarkan aturan,” ucapnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna Panebulan Tutuyan II menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung program pemerintah serta mendorong semangat kolaborasi pemuda lintas desa.
“Jangan sampai informasi yang keliru membuat antar pemuda saling curiga. Kita ini satu tujuan, membangun desa dan daerah lewat karya nyata, untuk Boltim Bangkit” tutup Yoga. (Red)












