Boltim, NetzID.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Ny. Rosita Manoppo-Pobela, bersama jajaran Pemerintah Daerah turun langsung menemui warga terdampak kebakaran di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sekaligus untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok atau sembako, matras, kasur, dan selimut.

Penyerahan bantuan menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal serta sejumlah barang milik mereka akibat kebakaran.
Rosita menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban. Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut. Selain membawa bantuan kebutuhan sehari-hari, kehadiran jajaran pemerintah juga menjadi dukungan moril bagi keluarga yang terdampak.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak,” kata Rosita.

Ia berharap warga yang mengalami musibah tetap kuat menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, masa setelah bencana menjadi periode yang tidak mudah bagi keluarga korban karena harus kembali menata kehidupan setelah kehilangan berbagai kebutuhan rumah tangga.
“Semoga warga tetap kuat dan diberikan kemudahan dalam melewati masa pemulihan ini,” ujarnya.
Setelah menyerahkan bantuan, Rosita bersama rombongan kemudian meninjau langsung lokasi kebakaran. Dalam kunjungan itu, mereka melihat kondisi tiga rumah warga yang terdampak musibah.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran. Pemerintah daerah juga memastikan bantuan yang disalurkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban selama proses pemulihan.
Rosita turut mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada warga yang terkena musibah. Menurutnya, dukungan dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar keluarga korban tidak merasa menghadapi kondisi tersebut sendirian.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa, terutama yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap tempat tinggal dan harta benda masyarakat.

Kegiatan tersebut turut didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Pemerintah Kecamatan Modayag, serta Pemerintah Desa Lanut.
Kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar setelah kebakaran, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan. (*Red)












