Tutuyan, NetzID.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat menyusul maraknya penipuan melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat daerah. Peringatan ini disampaikan melalui akun media sosial resmi Facebook “Pemda Kabupaten Boltim”, pada Rabu (24/7/2025).
Dalam postingan tersebut, pemerintah daerah menghimbau warga agar lebih waspada terhadap pesan-pesan mencurigakan, khususnya yang mencatut nama dan foto pejabat Boltim. Salah satu kasus terbaru adalah penggunaan nomor WhatsApp +62 823 4207 5598, yang menampilkan foto profil Penjabat Sekretaris Daerah Boltim, Moh Iksan Pangalima. Setelah ditelusuri, nomor tersebut ternyata digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mohon masyarakat tidak mudah percaya dengan pesan yang mencatut nama pejabat. Selalu verifikasi informasi sebelum menanggapinya,” tulis akun resmi Pemda Boltim.
Tak hanya itu, di Facebook juga beredar peringatan dari akun atas nama Hetty Salles, yang mengimbau masyarakat untuk tidak merespons pesan dari nomor suaminya, Deny Lumawir, yang diduga telah diretas. Dalam pesannya, pelaku mengirim undangan digital disertai permintaan sejumlah uang.
at
“Kalau ada yang dapat pesan WhatsApp dari nomor suami saya, tolong jangan ditanggapi, itu bukan dia. Sudah ada yang hampir jadi korban,” tulis Hetty dalam unggahan yang menandai beberapa akun.
Rits Rumewo sendiri mengonfirmasi bahwa ia menerima pesan dari nomor tersebut, namun langsung memblokirnya setelah mencium gelagat mencurigakan. “Isi pesannya undangan nikah digital, tapi anehnya minta transfer uang. Saya langsung blokir saja,” ujarnya kepada NetzID.com, Kamis (24/7).
Fenomena ini menambah daftar panjang kasus penipuan digital di Indonesia. Kominfo mencatat sepanjang semester pertama 2025, ada lebih dari 20.000 laporan penipuan digital, dengan hampir setengahnya dilakukan melalui WhatsApp.
Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, mengatakan masyarakat harus semakin waspada terhadap pola penipuan personal. “Modusnya makin personal karena pelaku memanfaatkan foto, nama, dan bahkan kontak orang terdekat korban,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tidak langsung merespons pesan yang mencurigakan, tidak mengklik tautan, serta segera melaporkan nomor penipu ke WhatsApp dan pihak berwajib. (Red)












