Tutuyan, NetzID.com | Bolaang Mongondow Timur (Boltim) makin dilirik sebagai kawasan strategis kemaritiman nasional. Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menerima kunjungan langsung Kepala Stasiun Bakamla Bitung bersama tim, Selasa (24/6), yang membahas rencana pembangunan Coast Guard Academy pertama di kawasan timur Indonesia.
Pertemuan penting itu menjadi sinyal awal bahwa Boltim bukan sekadar wilayah pesisir biasa, tapi berpotensi menjadi pusat pendidikan maritim yang prestisius.
Tim dari Bakamla RI memaparkan rencana pembangunan akademi tersebut di atas lahan seluas 20 hektare yang diusulkan berlokasi di HGU Lonsiow, Kecamatan Motongkad. Lokasi ini kini dalam tahap pengkajian aspek legal dan administratif bersama pihak ATR/BPN.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pemkab Boltim, Wabup Argo tampak serius sekaligus antusias menyambut gagasan strategis nasional tersebut.
“Kami anggap ini sebagai bentuk kepercayaan negara terhadap Boltim. Pemerintah daerah siap mendukung penuh secara administratif maupun kebijakan,” kata Argo dalam sambutannya.
Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam aspek legalitas, agar pembangunan akademi ini berjalan sesuai koridor hukum. “Koordinasi dengan ATR/BPN harus intens. Jangan sampai ada masalah hukum di kemudian hari,” tambahnya.
Turut hadir dalam pertemuan itu beberapa pejabat daerah lintas sektor: Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, hingga Dinas Perikanan.
Hal ini menegaskan bahwa rencana pembangunan akademi maritim ini bukan proyek biasa, melainkan lintas sektor dan berskala nasional.
Selain lahan, salah satu poin penting dalam diskusi adalah ketersediaan pelabuhan pendukung yang akan menunjang aktivitas akademi ke depan.
Wabup Argo mengusulkan dua lokasi potensial: pelabuhan di Desa Paret (Kotabunan) dan Desa Jiko (Motongkad). Keduanya dinilai cukup strategis dan mudah diakses.
“Kami sudah menyiapkan beberapa opsi pelabuhan. Ini bentuk kesiapan kami agar tidak hanya menunggu, tapi juga proaktif mendukung operasional akademi nantinya,” ujar Argo.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, rencana ini dilihat sebagai pintu masuk untuk mendorong transformasi Boltim menjadi episentrum SDM kemaritiman.
Apalagi, posisi Boltim yang menghadap langsung perairan strategis menjadikannya kandidat kuat pusat pelatihan penjaga laut nasional.
“Boltim akan menjadi tempat mencetak kader-kader kemaritiman bangsa. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang masa depan,” tegas Argo.
Pemkab Boltim pun berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi intensif dengan Bakamla RI dan semua pihak terkait agar rencana besar ini tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar terealisasi.
Penulis: (R) | Editor: NetzID.com











