Togid, NetzID.com — Selasa (27/5/25), Desa Togid Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan mata tertuju ke satu titik: sosialisasi sekaligus pencanangan program “Desa Cantik” atau Desa Cinta Statistik, yang menjadi salah satu gebrakan terbaru Pemkab Boltim dalam membenahi kualitas data desa.
Yang menarik, acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., yang didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Boltim. Turut hadir pula Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara beserta Kepala BPS Boltim, sebagai garda terdepan dalam urusan statistik. Dan yang tak kalah penting, mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Boltim, hadir Sekretaris Dinas PMD Boltim, Suzan Nina Emor, salah satu figur perempuan yang dikenal aktif mendorong inovasi desa.
Acara berlangsung dengan penuh antusias. Para kepala desa, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat menyimak pemaparan tentang pentingnya pengelolaan data statistik yang akurat, terintegrasi, dan bermanfaat untuk pembangunan desa. Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa keberadaan Desa Cantik bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata membangun desa berbasis data.
“Data itu kekuatan. Kalau desa punya data yang lengkap, perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran. Kita ingin desa-desa di Boltim tidak hanya cantik secara fisik, tapi juga cantik dalam pengelolaan data,” ujar Bupati Oskar, disambut tepuk tangan hadirin.
Suzan Nina Emor yang ditemui usai acara juga memberikan pandangan menarik. Menurutnya, sosialisasi Desa Cantik ini merupakan momen penting untuk membuka wawasan para kepala desa tentang peran statistik dalam kehidupan sehari-hari. “Desa hari ini bukan hanya bicara soal pembangunan fisik, tapi juga bicara tentang data. Data penduduk, data ekonomi, data pendidikan, semuanya penting untuk masa depan desa,” tutur Suzan kepada NetzID.com.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulut menyebut bahwa Togid dipilih sebagai lokasi pencanangan karena dinilai siap menjadi desa percontohan. “Kami akan mendampingi penuh. Desa Togid akan menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain yang ada di Boltim,” ungkapnya.
Acara semakin semarak dengan peluncuran simbolis program Desa Cantik oleh Bupati, yang ditandai dengan pemasangan plakat Desa Cinta Statistik di balai desa. Para peserta pun diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan data di tingkat desa.
Dengan adanya pencanangan ini, diharapkan program Desa Cantik tidak berhenti pada seremoni semata. Pemkab Boltim bersama BPS akan mengawal pelaksanaan teknis di lapangan, mulai dari pelatihan operator data desa, penyediaan perangkat pendukung, hingga pemanfaatan data untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Seiring berjalannya waktu, program ini diharapkan mampu menciptakan desa-desa di Boltim yang tidak hanya maju secara pembangunan, tapi juga unggul dalam tata kelola data. Karena di era digital seperti sekarang, data adalah kunci menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis: (R) | Editor: Redaksi












