Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas ekskavator di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, kembali disorot. Pernyataan Harmoko Mando terkait aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Aktivitas ekskavator di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, kembali disorot. Pernyataan Harmoko Mando terkait aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Boltim, NetzID.com – Aktivitas alat berat di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali disorot. Kali ini, perhatian justru tertuju pada pernyataan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Boltim, Harmoko Mando, yang mengunggah video aktivitas ekskavator disertai kalimat bernada ancaman dan berpotensi memicu ketegangan.

Unggahan tersebut dibuat Harmoko melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (9/9/2026) pagi. Dalam unggahan itu, ia mempertanyakan kembali aktivitas alat berat di Lanut meski sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim telah mengambil langkah dengan menurunkan Tim Terpadu yang dipimpin langsung Bupati Oskar Manoppo.

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif
Cuitan Harmoko Mando di akun Facebook pribandinya, yang menuai sorotan karena bernada provokatif.

“Belum ada hasil dari Tim terpadu, yang dipimpin Bupati Bolaang Mongondow Timur, kini alat berat kembali beraktivitas lalu siapa yang bertanggung jawab apakah rakyat yang akan mengambil tindakan jangan paksa kami untuk anarkis,” tulis Harmoko.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya mempertanyakan aktivitas alat berat, tetapi juga membawa narasi mengenai kemungkinan tindakan anarkis.

Padahal, persoalan di lokasi tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian serius dari Pemkab Boltim. Tim Terpadu telah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi serta menindaklanjuti persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Harmoko, yang juga merupakan warga Desa Lanut, memang memiliki ruang untuk menyampaikan kritik maupun keresahan terhadap persoalan yang terjadi di wilayahnya. Namun, pilihan kata dalam menyampaikan kritik menjadi penting, terlebih ketika menyebut kemungkinan tindakan anarkis.

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif
komentar warganet yang menyebut pernyataan Harmoko bernuansa provokatif.

Pernyataan semacam itu dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi apabila ditafsirkan sebagai dorongan kepada masyarakat untuk mengambil tindakan sendiri sebelum proses pemerintah selesai dilakukan.

Baca Juga :  Idul Adha Penuh Berkah: Rahman Salehe Wujudkan Gotong Royong Lewat Kurban 6 Ekor Sapi

Di sisi lain, Pemerintah Desa Lanut justru telah mengambil langkah setelah menerima laporan terkait aktivitas alat berat tersebut.

Pj Sangadi Lanut, Ezra Rumengan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekitar pukul 10.00 Wita. Pemerintah desa kemudian turun bersama BPD dan perwakilan masyarakat untuk mengecek langsung lokasi.

Di lapangan, pemerintah desa bertemu dengan pihak yang bertanggung jawab atas alat berat. Pihak tersebut menjelaskan bahwa ekskavator digunakan untuk pekerjaan penataan.

Namun, pemerintah desa juga mendapat informasi dari masyarakat di sekitar kompleks Talong mengenai adanya pekerjaan galian. Aktivitas tersebut dikhawatirkan membuat kondisi tanah menjadi rawan longsor.

Pemerintah desa bersama pihak yang bertanggung jawab kemudian menyepakati agar aktivitas alat berat dihentikan sementara.

“Jadi tadi sepakat dengan penanggung jawab, jangan dulu ada aktivitas menggunakan alat berat, baik penataan apalagi pengambilan material sebelum ada kajian resmi dari Pemkab lewat surat tentang teknis penataan dan pekerjaan ke depan,” kata Ezra.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Lanut sedang ditangani melalui jalur koordinasi pemerintah. Karena itu, pernyataan bernada ancaman justru berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak disampaikan secara proporsional.

Kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian dari kontrol publik. Namun, kritik seharusnya tidak berkembang menjadi narasi yang dapat mendorong masyarakat bertindak di luar mekanisme hukum.

Terlebih, Pemkab Boltim telah turun langsung melalui Tim Terpadu dan pemerintah desa juga telah mengambil langkah menghentikan sementara aktivitas alat berat sambil menunggu kajian resmi.

Situasi di Lanut kini membutuhkan ketenangan, bukan eskalasi. Semua pihak diharapkan memberikan ruang kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Oskar Dorong Warga Lokal Jadi Tenaga Kerja Geothermal
Ketua TP-PKK Boltim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lanut
Bunong Putra Togid Cukur Moyongkota 4-0, Tantang Burako di Final
PT ASA Salurkan Beasiswa untuk 14 Mahasiswa Boltim
Siapa di Balik Aktivitas Hutan Mintu? Ini Nama yang Disebut
Hutan Mintu Disorot, Pemkab Boltim Temukan Akses Jalan dari Minsel
Bupati Oskar Pastikan Tak Ada Pembiaran Persoalan di Desa Lanut
Bupati Oskar Hadiri Wisuda IAIK-Multicom di Kotamobagu

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WITA

Bupati Oskar Dorong Warga Lokal Jadi Tenaga Kerja Geothermal

Kamis, 10 September 2026 - 12:31 WITA

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif

Kamis, 10 September 2026 - 10:31 WITA

Ketua TP-PKK Boltim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lanut

Selasa, 8 September 2026 - 19:16 WITA

Bunong Putra Togid Cukur Moyongkota 4-0, Tantang Burako di Final

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WITA

PT ASA Salurkan Beasiswa untuk 14 Mahasiswa Boltim

Berita Terbaru

Aktivitas ekskavator di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, kembali disorot. Pernyataan Harmoko Mando terkait aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Boltim

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:31 WITA

PT Arafura Surya Alam (ASA) menyerahkan beasiswa pendidikan kepada 14 mahasiswa asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Selasa (8/9/2026), sebagai bagian dari Program PPM bidang pendidikan.

Boltim

PT ASA Salurkan Beasiswa untuk 14 Mahasiswa Boltim

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:24 WITA