Sentralisasi Politik Anggaran Menuju 2029

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan Partai Gerindra, (Foto: Istimewa)

Gambar Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan Partai Gerindra, (Foto: Istimewa)

Oleh: Redaksi NetzID.com

Kebijakan Pemerintah Pusat yang menitikberatkan pada Sentralisasi Politik Anggaran (Kebijakan Pusat) menjadi tantangan tersendiri bagi Kepala Daerah. Para Kepala Daerah (Kada) Bupati dan Wali Kota kini dituntut untuk berpikir strategis sekaligus bergerak cepat dalam mengelola APBD 2025–2026. Efisiensi anggaran bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, jika ingin pembangunan di daerah tetap sejalan dengan visi-misi Kepala Daerah dan selaras dengan Program Nasional.

Langkah Pemerintah Pusat ini tentu tidak lahir tanpa alasan. Sentralisasi anggaran dirancang agar setiap Daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai Prioritas Pembangunan Nasional. Dengan kata lain, apa yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Program Strategis Nasional, harus benar-benar diinternalisasi oleh Pemerintah Daerah. Tanpa Sinkronisasi Program, Daerah Akan Sulit Melakukan Lobi Anggaran Ke Pusat.

Di sinilah letak dinamika Politik Anggaran. Kepala Daerah tidak bisa sekadar menekankan Janji Politik di tingkat lokal, melainkan harus pandai menerjemahkan arah Kebijakan Nasional dalam Program Kerja Daerah. Jika hal ini diabaikan, risiko stagnasi pembangunan hingga kegagalan mendapatkan dukungan anggaran pusat bisa terjadi.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sam Ratulangi, M. Ruben, S.IP., menilai sentralisasi anggaran ini merupakan Strategi Pemerintah Pusat untuk memperkuat posisi Fiskal Nasional sekaligus menjaga disiplin Daerah. “Politik Anggaran yang terpusat dapat mencegah pemborosan dan memastikan Prioritas Nasional terlaksana. Namun, ada risiko Daerah kehilangan fleksibilitas dalam menjawab kebutuhan spesifik warganya,” jelas Ruben.

Menurutnya, sentralisasi ini bukan sekadar soal teknis pembagian anggaran, tetapi juga bagian dari Konsolidasi Politik Menuju 2029. Pemerintah Pusat ingin memastikan bahwa setiap kebijakan berjalan seragam, sehingga capaian ekonomi dan pembangunan sosial tidak timpang antarwilayah.

Di sisi lain, Bupati dan Wali Kota harus berhitung cermat. Visi dan misi yang sudah dituangkan dalam RPJMD lima tahunan bisa saja terhambat jika tidak didukung anggaran memadai. Maka, kemampuan Kepala Daerah untuk menyelaraskan program lokal dengan Prioritas Pusat menjadi faktor kunci. “Kepala Daerah yang cerdas adalah yang bisa menjahit Program Daerah dengan visi besar Presiden. Mereka yang gagal membaca arah ini akan tertinggal,” tambah Ruben.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Lantik Pejabat Baru Pemkab Boltim

Program-program nasional yang langsung menyentuh ekonomi rakyat, seperti Koperasi Merah Putih, Revitalisasi Tambak, hingga Modernisasi Nelayan, seharusnya dipandang sebagai peluang Emas. Jika Kepala Daerah mampu mengintegrasikannya dengan rencana pembangunan lokal, maka tidak hanya janji politik yang terealisasi, tetapi juga dukungan Pusat yang semakin menguat.

Politik Anggaran Bukan Sekadar Angka, Melainkan Strategi Survival Politik. Menuju 2029, keberhasilan Kepala Daerah akan diukur dari sejauh mana mereka bisa sinkron dengan Pemerintah Pusat, sekaligus tetap mengakomodasi Kebutuhan Rakyat Di Daerah. (***)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Oskar Usulkan 825 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Bupati Oskar Dorong Warga Lokal Jadi Tenaga Kerja Geothermal
Ketua TP-PKK Boltim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lanut
PT ASA Salurkan Beasiswa untuk 14 Mahasiswa Boltim
Hutan Mintu Disorot, Pemkab Boltim Temukan Akses Jalan dari Minsel
Bupati Oskar Pastikan Tak Ada Pembiaran Persoalan di Desa Lanut
Bupati Oskar Hadiri Wisuda IAIK-Multicom di Kotamobagu
Dua Putra Boltim Harumkan Sulut di MTQ VIII KORPRI Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:37 WITA

Bupati Oskar Usulkan 825 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WITA

Bupati Oskar Dorong Warga Lokal Jadi Tenaga Kerja Geothermal

Kamis, 10 September 2026 - 10:31 WITA

Ketua TP-PKK Boltim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lanut

Sabtu, 5 September 2026 - 23:42 WITA

Hutan Mintu Disorot, Pemkab Boltim Temukan Akses Jalan dari Minsel

Sabtu, 5 September 2026 - 23:03 WITA

Bupati Oskar Pastikan Tak Ada Pembiaran Persoalan di Desa Lanut

Berita Terbaru

Aktivitas ekskavator di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, kembali disorot. Pernyataan Harmoko Mando terkait aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Boltim

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:31 WITA