Manado, NetzID.com | Seleksi Terbuka (Selter) calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memasuki tahapan krusial. Pada hari kedua, Rabu (25/6/2025), lima peserta seleksi memaparkan makalah dan menjalani wawancara langsung maupun daring bersama tim asesor dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat.
Tahap ini menjadi lanjutan dari sesi sebelumnya, yang telah dilaksanakan Selasa (24/6), berupa Computer Assisted Test (CAT) serta penulisan makalah. Presentasi dan wawancara dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 25–26 Juni 2025, dengan sistem bergilir.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim, Rita Kamumu, S.Pi, melalui Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Kompetensi, Aditya Gusti, SH, menjelaskan bahwa saat ini para peserta tengah menjalani uji kompetensi manajerial dan sosial kultural dengan metode Assessment Center.
“Metode ini digunakan untuk menggali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, integritas, dan kemampuan sosial kultural peserta,” ujar Aditya kepada awak media, Rabu siang.
Ia menambahkan bahwa tahapan ini menjadi bagian dari proses seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (24/6) hingga Kamis (26/6). Dua hari terakhir dikhususkan untuk penilaian berbasis presentasi dan wawancara yang menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelayakan calon Sekda.
Usai tahapan ini, para peserta masih akan menghadapi ujian terakhir, yaitu kompetensi bidang, yang akan digelar pada pekan depan, Selasa–Rabu, 1–2 Juli 2025. Pengujian tersebut akan dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari berbagai unsur eksternal dan profesional.
“Pansel akan terdiri dari akademisi, tiga pejabat dari Kanreg BKN XI Manado, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Utara, hingga auditor utama dan profesional independen,” terang Aditya.
Seleksi Sekda Boltim tahun ini menjadi perhatian luas karena melibatkan proses ketat dan transparan, serta pengawasan langsung dari BKN pusat. Setiap tahapan diuji dengan sistem merit dan profesional, sebagai bentuk reformasi birokrasi di tingkat daerah.
Masyarakat pun berharap agar Sekda terpilih nanti benar-benar sosok yang mampu menjadi motor penggerak birokrasi, serta mampu menjembatani visi pembangunan daerah dengan implementasi kebijakan di lapangan.
Penulis: (R) | Editor: Tim Redaksi NetzID.com











