Belajar dari Rahman Salehe: “Ini Rezeki yang Allah Titipkan”

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltim, NetzID.com – Ada kalimat Rahman Salehe yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam ketika 53 warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat kesempatan berangkat menunaikan ibadah umroh.

Rahman Salehe, tidak memilih menempatkan dirinya sebagai pusat dari perjalanan tersebut.

Ia tidak berkata, “Saya yang memberangkatkan 53 imam masjid se-Boltim untuk umroh.”

Justru sebaliknya. Rahman memilih mengingat tangan-tangan lain yang menurutnya menjadi bagian dari perjalanan rezeki tersebut.

“Ini rezeki yang Allah titipkan melalui tangan para penambang tradisional di Kotabunan dan diteruskan kepada saya,” kata Rahman.

Kalimat itu sederhana. Namun, di baliknya ada penghormatan kepada orang-orang yang selama ini bekerja jauh dari sorotan.

Para penambang tradisional di Kotabunan.

Mereka yang setiap hari berhadapan dengan tanah, batu, debu dan panas. Mereka yang mengandalkan tenaga dan ketekunan untuk mencari penghidupan. Dari pekerjaan keras itulah, menurut Rahman, ada rezeki yang kemudian dipercayakan kepadanya untuk diteruskan kepada masyarakat.

Karena itu, ketika puluhan warga diberangkatkan menuju Tanah Suci, Rahman tidak ingin seluruh kebaikan itu berhenti pada namanya.

Ia justru mengembalikannya kepada sumber rezeki yang ia yakini berasal dari Allah SWT.

Sikap tersebut menghadirkan pelajaran sederhana tentang bagaimana seseorang memandang rezeki.

Kadang, yang membuat seseorang mulia bukan karena seberapa banyak yang dimilikinya. Bukan pula karena seberapa besar namanya dikenal.

Tetapi karena ia masih mampu mengingat dari mana rezeki itu datang.

Rezeki, pada akhirnya, adalah titipan.

Hari ini Allah mungkin menitipkannya melalui tangan kita. Besok, bisa jadi Allah menitipkannya melalui tangan orang lain.

Karena itu, tidak ada alasan untuk merendahkan pekerjaan orang lain hanya karena bentuk pekerjaannya berbeda dengan kita.

Baca Juga :  Camat Modayag Tegaskan Pergantian Pj Sangadi Sah

Termasuk para penambang tradisional.

Di balik tanah yang mereka gali, batu yang mereka pecahkan, debu yang mereka hirup dan keringat yang mereka keluarkan, ada perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bisa jadi, dari keringat tangan-tangan itulah Allah sedang mengirimkan rezeki kepada orang lain.

Pesan Rahman juga menjadi pengingat bahwa berbagi tidak selalu harus dimaknai sebagai tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Ada rantai panjang yang sering tidak terlihat di balik sebuah kebaikan.

Ada orang yang bekerja.

Ada orang yang mendapatkan rezeki.

Ada orang yang kemudian meneruskannya kepada orang lain.

Dan pada akhirnya, semua kembali kepada satu keyakinan: manusia hanya menjadi perantara dari rezeki yang telah ditentukan Allah.

Dalam konteks itulah keberangkatan 53 warga Boltim untuk menunaikan ibadah umroh memiliki cerita yang lebih luas.

Bukan hanya tentang perjalanan menuju Tanah Suci.

Bukan hanya tentang siapa yang memfasilitasi keberangkatan.

Tetapi juga tentang bagaimana sebuah rezeki dipandang sebagai amanah yang harus diteruskan dan bagaimana orang-orang yang berada di balik datangnya rezeki tersebut tetap diingat.

Para jemaah kini membawa doa menuju Tanah Suci. Di saat yang sama, ada doa dan harapan yang juga layak ditujukan kepada mereka yang bekerja di tanah Boltim.

Kepada para penambang tradisional yang setiap hari berjuang dengan cara mereka sendiri.

Sebab terkadang, tangan yang paling sederhana justru menjadi jalan datangnya rezeki yang luar biasa.

Belajar dari Rahman Salehe: bukan “saya”, melainkan “ini rezeki yang Allah titipkan lewat penambang tradisional di Kotabunan.” (***)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sudirta Soroti Polemik Panang: Jangan Hakimi Oskar Tanpa Buka Kronologi
Mengurai Sengkarut Kotabunan: Keadilan Agraria di Atas Bara Tambang dan Eks HGU
Camat Modayag Tegaskan Pergantian Pj Sangadi Sah
Sentralisasi Politik Anggaran Menuju 2029
Firus, Sang Arsitek Kemenangan Dramatis Burako Alason FC
Makna Kebijaksanaan dalam Kehidupan Modern
Jelang 6 Bulan Pemerintahan Boltim Bangkit, Begini Kata Netizen
Kapolres Boltim: Rakyat Bahagia, Itulah Keamanan Sejati

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Sudirta Soroti Polemik Panang: Jangan Hakimi Oskar Tanpa Buka Kronologi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Mengurai Sengkarut Kotabunan: Keadilan Agraria di Atas Bara Tambang dan Eks HGU

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Belajar dari Rahman Salehe: “Ini Rezeki yang Allah Titipkan”

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:01 WITA

Camat Modayag Tegaskan Pergantian Pj Sangadi Sah

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:08 WITA

Sentralisasi Politik Anggaran Menuju 2029

Berita Terbaru

Aktivitas ekskavator di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, kembali disorot. Pernyataan Harmoko Mando terkait aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Boltim

Alat Berat Disorot, Cuitan Harmoko Dinilai Provokatif

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:31 WITA