Manado, NetzID.com – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali mencuri perhatian di level Provinsi Sulawesi Utara. Dimana Boltim resmi menjadi Daerah pertama di Sulut yang menuntaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 bersama Pemerintah Provinsi Sulut.
Agenda Pembahasan APBD Tahun 2026 tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Kamis (20/11/2025). Tak hanya membahas Ranperda APBD, dalam pertemuan itu juga dievaluasi Ranperaturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2026 Kabupaten Boltim. Dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut, Boltim menjadi yang pertama dalam Pembahasan APBD Tahun 2026 se-Sulut.

Rapat Pembahasan APBD Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulut. Hadir pula auditor utama BPKP Sulut, Paraseno Hadi, Kabid Anggaran Provinsi, serta tim evaluasi lintas instansi yang terdiri dari Inspektorat, Biro Hukum, Biro Administrasi Pembangunan, Kabid Anggaran BPKAD Provinsi, BAPENDA Provinsi, serta Bappeda Provinsi.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Boltim, tim dipimpin langsung Wakil Bupati Boltim Argo Sumaiku. Turut hadir Sekretaris Daerah, Asisten III, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Bappeda, Kabid Anggaran, Kabag Hukum, serta sejumlah kepala bidang yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Boltim.

Hasil evaluasi terbilang positif. Tim Provinsi menyampaikan bahwa dokumen Ranperda APBD dan Ranperbup Penjabaran APBD 2026 Boltim telah disusun dengan mengacu pada prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan terencana. Koreksi yang diberikan juga tergolong minim, menunjukkan kualitas perencanaan fiskal daerah yang semakin matang.
Menariknya, Boltim tak hanya mendapat apresiasi dalam aspek teknis penganggaran. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari media NetzID.com, Pemkab Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo bersama Wabup Argo V. Sumaiku,juga menerima sejumlah pujian strategis dari Pemerintah Provinsi Sulut.

Pertama, Boltim berhasil menjadi yang pertama dalam evaluasi pertanggungjawaban keuangan tahun 2024. Kedua, Boltim juga menjadi yang pertama dalam evaluasi Ranperda APBD dan Ranperbup Penjabaran APBD dibanding kabupaten/kota lain di Sulut. Ketiga, upaya penanganan stunting di Boltim dinilai sangat progresif dengan penurunan paling signifikan di tingkat provinsi.
Tak hanya itu, APBD Tahun 2026 Pemkab Boltim menjadi yang pertama dari 15 Kabupaten/Kota dalam pembahasan APBD 2026, dalam pembahasan ini APBD 2025 Boltim dianggap telah selaras dengan hakekat dasar penyusunan anggaran daerah, yakni berpihak pada kepentingan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Badan Keuangan Daerah Kab. Boltim Wiwik Kurnia menyampaikan, Capaian ini tidak terlepas dari solidnya koordinasi internal TAPD serta arahan dan bimbingan langsung dari Bapak Bupati Boltim Oskar Manoppo, Pak Wabup Argo Sumaiku, dan Pak Sekda Iksan Pangalima, yang secara konsisten memberikan arahan dan saran serta motivasi bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Boltim, dalam memacu proses Pembahasan APBD 2026 ini.
“Atas capaian ini, Bupati Oskar Manoppo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Tim TAPD Boltim yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab,” ujar Bupati.
Langkah cepat Boltim dalam siklus perencanaan APBD 2026 ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan di tahun 2026, sekaligus menjadi role model bagi Daerah lain di Sulawesi Utara dalam menjaga kualitas perencanaan, efisiensi anggaran, serta kesinambungan pembangunan daerah. (Red)












