Tutuyan, NetzID.com – Bupati Oskar Manoppo mengikuti peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar (BPBA) Pendidikan Anti Korupsi secara daring melalui aplikasi Zoom pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan strategis nasional yang dipusatkan di Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan karakter dan integritas generasi muda sejak usia dini.
Dari ruang kerja Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bupati Oskar Manoppo tampak mengikuti jalannya kegiatan bersama Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, jajaran pimpinan perangkat daerah, Ketua BPS, serta unsur TNI dan Polri.

Peluncuran BPBA Pendidikan Anti Korupsi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun budaya bersih di lingkungan sekolah. Menurutnya, nilai kejujuran tidak boleh berhenti hanya sebagai slogan, tetapi harus menjadi bagian dari budaya dan peradaban bangsa.

“Melalui panduan pendidikan anti korupsi, kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai model budaya bersih. Kejujuran tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus menjelma menjadi peradaban utama yang dimulai dari sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai pendidikan anti korupsi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama keberhasilan implementasi program tersebut.
“Melalui kolaborasi yang harmonis dan penerapan kompetensi integritas sejak dini, kita sedang memastikan bahwa generasi 2045 adalah generasi yang memegang teguh kejujuran dalam setiap langkahnya,” kata Setyo.
Bupati Oskar Manoppo Menegaskan Pemerintah Daerah Siap Mendukung Implementasi Pendidikan Antikorupsi Di Bolaang Mongondow Timur.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Bupati Boltim Oskar Manoppo menyampaikan dukungan penuh terhadap penerapan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi di lingkungan pendidikan Boltim. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya konkret dalam memutus mata rantai perilaku koruptif sejak dini.
“Pemerintah Kabupaten menyambut baik peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar ini. Ini adalah langkah konkret untuk memutus mata rantai perilaku koruptif di masa depan. Sesuai instruksi Mendagri, kami para kepala daerah diminta menyiapkan regulasi turunan agar implementasi pendidikan antikorupsi berjalan maksimal,” ujar Bupati Oskar.
Terinformasi, BPBA Pendidikan Anti Korupsi merupakan program strategis hasil kolaborasi antara KPK, Kemendikdasmen, dan Kemendagri yang resmi diluncurkan pada 11 Mei 2026.
Program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK. Model pembelajarannya dilakukan melalui metode penyisipan materi antikorupsi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, bukan menjadi pelajaran tersendiri.
Selain itu, panduan tersebut juga menjadi referensi praktis bagi ribuan pendidik di lebih dari 11 ribu satuan pendidikan untuk membangun budaya good governance dan memperkuat nilai integritas di lingkungan sekolah.
Dengan adanya program ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu membangun sinergi kuat dalam menciptakan generasi muda yang jujur, transparan, dan berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih bersih. (*Red)












