Nuangan, NetzID.com | Pemandangan berbeda terlihat di Desa Bai, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pada Selasa, (24/6/2025).
Ratusan warga dari berbagai kalangan turun langsung ke lapangan, bukan untuk menghadiri upacara atau acara formal, melainkan untuk kerja bakti massal membersihkan lingkungan.
Yang menarik, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Nuangan, dan diikuti seluruh sangadi, aparat desa, hingga ibu-ibu PKK.
Suasana penuh semangat dan gotong royong begitu terasa sejak pagi hari.
Camat Nuangan terlihat mengenakan pakaian lapangan lengkap dengan sarung tangan, memegang cangkul, dan berdiri sejajar bersama warga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa gotong royong bukan hanya simbolik. Ini budaya kita. Pemerintah harus menjadi contoh langsung, bukan hanya memberi perintah,” ujar Camat Nuangan.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan drainase, jalur utama desa, fasilitas umum, dan lingkungan sekitar kantor pemerintahan.
Tak hanya para pria dan aparat desa, ibu-ibu PKK juga ambil peran besar menyapu jalan, menanam bunga, hingga menyajikan makanan ringan bagi peserta kerja bakti.
Warga pun menyambut antusias. Mereka menganggap kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi menjadi ajang berkumpul, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan.
“Sudah lama kami tidak lihat suasana seperti ini. Camat dan semua sangadi turun langsung, ibu-ibu juga semangat. Rasanya seperti hari besar,” kata Ibu Rina, anggota PKK Desa Bai.
Selain memperindah desa, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.
Camat berharap agar kerja bakti bisa menjadi kegiatan rutin yang menggerakkan masyarakat dari bawah tidak menunggu instruksi, tapi tumbuh dari kesadaran bersama.
Para sangadi se-Kecamatan Nuangan pun terlihat aktif terlibat. Mereka bersama aparatnya bekerja bersama warga, tidak duduk di bawah tenda, tapi berada di garis depan aksi.
“Kami ingin membangun budaya kolaborasi, dari kecamatan sampai desa. Dan gotong royong ini langkah awal yang baik,” ujar salah satu sangadi.
Kegiatan berakhir menjelang siang hari, ditutup dengan makan bersama ala desa. Meski sederhana, kehangatan dan kebersamaan tercermin dari tawa, peluh, dan semangat yang masih membara.
Kecamatan Nuangan sekali lagi membuktikan bahwa kekuatan terbesar pembangunan desa bukan hanya anggaran, tapi semangat kolektif dan kerja sama nyata antarwarga dan pemerintah.
Penulis: (R) | Editor: Tim Redaksi NetzID.com











