Tutuyan, NetzID.com – Tutuyan City FC memastikan satu tempat di putaran ketiga Open Turnamen Bupati CUP Boltim 2026 usai menumbangkan Motongkad FC dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Rafli Umar di penghujung babak kedua menjadi pembeda dalam laga sarat tensi yang sekaligus mengakhiri langkah sang finalis Bupati CUP 2025.
Lapangan Gogaluman, Tutuyan, kembali menjadi saksi drama sepak bola yang memacu adrenalin. Ribuan suporter memenuhi sisi lapangan sejak pertandingan dimulai. Atmosfer pertandingan terasa seperti laga final. Sorak-sorai, teriakan dukungan, hingga ketegangan yang menyelimuti setiap serangan membuat duel Grup J putaran kedua itu berlangsung dalam suasana luar biasa.

Motongkad FC datang dengan beban sekaligus ambisi besar. Status sebagai finalis Bupati CUP 2025 membuat mereka diunggulkan untuk melangkah lebih jauh. Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan Dani Namangge langsung mengambil inisiatif menyerang melalui kombinasi umpan cepat dan tekanan tinggi ke area pertahanan lawan.
Namun, Tutuyan City tampil disiplin. Lini belakang yang dipimpin sang kapten Harry Yahya bermain tanpa celah. Berkali-kali peluang Motongkad FC berhasil dipatahkan lewat tekel bersih, sapuan tepat waktu, hingga koordinasi antarpemain yang membuat serangan lawan kehilangan arah.

Pertandingan berjalan keras tetapi tetap menarik disaksikan. Kedua tim saling berbalas serangan dan tidak ragu memainkan duel-duel fisik demi menguasai lini tengah. Setiap peluang yang tercipta selalu disambut riuh oleh ribuan penonton yang memadati Lapangan Gogaluman.
Saat laga tampak akan berakhir tanpa gol, Tutuyan City justru memberikan pukulan telak. Memasuki menit-menit akhir babak kedua, Rafli Umar muncul sebagai pembeda. Memanfaatkan peluang yang tercipta di depan gawang, ia melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan penjaga gawang Motongkad FC. Bola bersarang di gawang dan seketika tribun penonton meledak dalam euforia.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi Tutuyan City. Hasil itu membawa tim tuan rumah mengamankan tiket ke putaran ketiga bersama Burako Alason FC, sementara Motongkad FC harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat.
Pelatih Tutuyan City, Buyung, mengaku kemenangan itu diraih dalam situasi yang tidak ideal. Beberapa pemain inti tidak dapat tampil, sementara bangku cadangan hanya diisi tiga pemain.
“Kami datang dengan keterbatasan. Ada beberapa pemain yang tidak bisa bermain dan pemain cadangan hanya tiga orang. Saya hanya meminta anak-anak tetap fokus kepada lawan, jangan memberi mereka ruang untuk mengembangkan permainan. Syukur mereka menjalankan instruksi dengan sangat baik hingga kami bisa meraih tiga poin,” ujarnya usai pertandingan.

Laga juga diwarnai sejumlah keputusan tegas dari wasit utama Tomy Manggopa. Beberapa kartu kuning dikeluarkan untuk pemain kedua tim akibat pelanggaran keras. Ketegangan semakin memuncak ketika seorang ofisial Tutuyan City diganjar kartu merah setelah melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan. Tutuyan City berpesta bersama pendukungnya, sedangkan Motongkad FC harus menerima kenyataan pahit gagal mengulang pencapaian musim lalu.
Pertandingan ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo bersama Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela. Wakapolres Bolaang Mongondow Timur juga terlihat hadir di tribun utama Lapangan Gogaluman, menambah semarak duel yang menjadi salah satu pertandingan paling menyita perhatian pada putaran kedua Open Turnamen Bupati CUP Boltim 2026. (Red)












