Sosok Sederhana yang Tak Pernah Berubah
Di tengah arus politik yang sering kali mengubah karakter seseorang saat berkuasa, nama Oskar Manoppo justru menjadi pengecualian yang patut diapresiasi.
Sejak dilantik sebagai Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2025-2030, Oskar Manoppo tetap menunjukkan karakter aslinya: sederhana, pekerja keras, dan selalu dekat dengan rakyat.
Sikap ini bukan sesuatu yang dibuat-buat. Mereka yang mengenalnya sejak lama tahu betul bagaimana keseharian Oskar Manoppo sebelum duduk di kursi Nomor Satu Boltim.
Kesederhanaan yang melekat sejak masa kecil hingga saat ini tetap terjaga, bahkan ketika tanggung jawab besar sudah berada di pundaknya.
Bekerja Tanpa Sekat, Memimpin Dengan Hati
Hari-harinya kerap diisi dengan blusukan ke desa-desa, mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung tanpa perantara.
Di saat pejabat lain cenderung menjaga jarak, Oskar Manoppo justru membuka ruang dialog lebar-lebar. Tak jarang, ia ikut duduk lesehan bersama warga, menyantap hidangan sederhana hasil olahan ibu-ibu kampung.
Sikap pekerja kerasnya tampak dari cara ia menindaklanjuti permasalahan yang ada. Bagi Oskar Manoppo, jabatan hanyalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar simbol kekuasaan.
Ia memilih lebih banyak turun ke lapangan ketimbang hanya berada di balik meja kerja.
Membawa Semangat Perubahan Tanpa Melupakan Akar
Program-program prioritas yang dijalankan pemerintahannya menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat: peningkatan infrastruktur desa, penguatan sektor pertanian dan perikanan, pengembangan UMKM, pendidikan berkualitas, hingga layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Semua dijalankan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Meski memimpin di era digitalisasi, Oskar tetap menjaga komunikasi personal dengan warganya. Media sosial memang ia gunakan sebagai sarana transparansi, namun dialog tatap muka tetap menjadi pilihannya untuk menyerap aspirasi.
Keteladanan Bagi Generasi Muda
Di mata banyak kalangan, sosok Oskar Manoppo kini menjadi teladan bagaimana seorang pemimpin dapat tetap membumi, tanpa kehilangan wibawa. Sikap rendah hatinya memberi pelajaran penting bagi generasi muda Boltim, bahwa kekuasaan bukanlah ruang untuk memamerkan keistimewaan, melainkan ladang pengabdian.
Di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi, Boltim butuh sosok seperti Oskar Manoppo yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan daerah dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Hari ini, saat banyak pemimpin sibuk membangun citra, Oskar Manoppo justru sibuk membangun kepercayaan. Kesederhanaannya bukan topeng, melainkan jati diri. Dan selama lima tahun ke depan, masyarakat Boltim percaya, sang Bupati akan terus berjalan di jalur yang sama: bekerja dengan hati, melayani tanpa pamrih.
Penulis: MR | NetzID.com











