Tutuyan III, NetzID.com | Hari Minggu, 22 Juni 2025, menjadi momen yang tak biasa bagi warga Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Di balik pekarangan sederhana salah satu rumah warga, di bawah rindangnya pohon cery, berlangsung sebuah peristiwa kecil yang sarat makna: Bupati Boltim, Oskar Manoppo, duduk dan makan bersama masyarakat, tanpa protokoler, tanpa sekat.
Pemandangan ini bukanlah panggung politik atau setingan media. Ini adalah keseharian yang melekat pada sosok Oskar Manoppo, seorang pemimpin yang sejak sebelum menjabat hingga kini tetap memelihara nilai-nilai kesederhanaan, keterbukaan, dan kedekatan dengan rakyat.
“Beliau tidak berubah. Tetap sama seperti dulu. Ramah, santai, dan suka bercanda. Tadi kami duduk makan bersama di bawah pohon cery, seperti teman lama yang baru bertemu,” ujar Udi, warga Desa Tutuyan III yang hari itu tak menyangka bisa menikmati obrolan akrab dengan orang nomor satu di Boltim.
Bagi sebagian pemimpin, hari libur adalah waktu untuk beristirahat dalam sunyi atau menghindari kerumunan. Tapi tidak bagi Oskar. Ia memilih hadir dan menyatu. Tanpa pengawalan berlebihan, tanpa pakaian formal, dan tanpa narasi pencitraan. Ia datang sebagai bagian dari masyarakat, bukan sebagai atasan.
Apa yang dilakukan Bupati ini menunjukkan sebuah pendekatan kepemimpinan yang humanis. Di tengah hiruk-pikuk urusan birokrasi, pembangunan, dan pemerintahan, Oskar Manoppo tidak kehilangan sisi personalnya. Ia tetap hadir sebagai Oskar Manoppo yang dikenal masyarakat dengan sebutan “OPPO” sejak lama, bahkan sebelum kursi Bupati itu didudukinya.
Fenomena seperti ini menjadi oase di tengah kondisi sosial-politik yang sering kali dipenuhi sekat antara pemimpin dan rakyat. Kehadiran yang tanpa jarak seperti ini justru memperkuat kepercayaan dan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakatnya. Ini bukan soal makan di bawah pohon cery semata, tapi tentang pesan kuat bahwa seorang Bupati sejatinya adalah pelayan masyarakat, bukan raja yang duduk di singgasana.
Langkah kecil Bupati Oskar Manoppo ini adalah langkah besar dalam membangun relasi yang sehat antara rakyat dan pemimpinnya. Di saat banyak kepala daerah sibuk menjaga citra lewat media sosial, Oskar Manoppo hadir nyata, langsung, dan membumi.
Dan mungkin, dari bawah pohon cery itulah, tumbuh harapan dan rasa percaya baru dari rakyat untuk pemimpin yang mereka pilih bukan karena kata-kata, tapi karena tindakan nyata.
Penulis: (R) | Editor: Tim Redaksi NetzID.com











