Boltim, NetzID.com – Lapangan Gogaluman, Tutuyan, mendadak menjadi panggung baru bagi pesepak bola putri Bolaang Mongondow Timur (Boltim). RMP Cup Boltim 2026 resmi dimulai, Rabu (5/8/2026), membawa semangat baru bagi perkembangan sepak bola perempuan di daerah tersebut.
Turnamen ini menjadi gelaran perdana RMP Cup sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan di lapangan hijau. Sebanyak 30 tim ikut ambil bagian dalam kompetisi yang dirancang berlangsung selama 60 hari.

Dengan mengusung tema “Srikandi Berlaga, Boltim Bergelora”, turnamen tersebut tak sekadar mengejar persaingan antartim. Ada pesan yang lebih besar, yakni mendorong kebangkitan olahraga sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang melalui sepak bola.
Pembukaan RMP Cup ditandai dengan tendangan pertama oleh Bupati Boltim Oskar Manoppo, S.E., M.M., bersama Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela, S.E., M.Si.

Kehadiran pimpinan daerah dalam pembukaan turnamen menjadi penanda dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola putri yang selama ini belum memiliki banyak ruang kompetisi.
Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela mengatakan, RMP Cup lahir dari keinginan menghadirkan wadah bagi perempuan, terutama generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental berprestasi melalui olahraga.
Menurutnya, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Kompetisi bukan hanya tempat untuk mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk belajar, mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri.
Tema “Srikandi Berlaga, Boltim Bergelora”, kata Rosita, mencerminkan harapan agar semangat para atlet putri ikut menghidupkan gairah olahraga di Boltim.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Sportivitas, disiplin, rasa hormat dan persaudaraan harus tetap menjadi bagian dari setiap laga.
“Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan fair play adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pesannya.
Semangat tersebut kemudian terlihat dalam rangkaian acara pembukaan. TP-PKK Boltim dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Boltim turut ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi yang berlangsung meriah.
Laga persahabatan itu berakhir dengan kemenangan TP-PKK Boltim. Mereka menundukkan tim DWP Boltim dengan skor 2-0.
Pertandingan ekshibisi tersebut ikut memberikan warna tersendiri dalam pembukaan RMP Cup. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, laga itu menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang bersama bagi perempuan dari berbagai latar belakang.
RMP Cup 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi selama 60 hari. Turnamen ini menjadi langkah awal untuk menemukan talenta-talenta baru sekaligus membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih aktif di Boltim.

Dengan 30 tim yang berpartisipasi, persaingan di Lapangan Gogaluman dipastikan akan berlangsung panjang. Namun di balik ambisi meraih kemenangan, RMP Cup membawa misi yang lebih luas: memberi panggung kepada para “Srikandi” Boltim untuk berani berlaga, berkembang dan menunjukkan prestasi.
Turut hadir dalam pembukaan, Sekretaris Daerah Boltim M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.AP., Ketua DWP Boltim, jajaran kepolisian, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, pengurus TP-PKK dan DWP, serta masyarakat. (*Red)












