Tutuyan, NetzID.com | Langit cerah menggantung di atas Pantai Tombolikat Selatan, Kecamatan Tutuyan, pagi itu. Laut tenang seolah memberi ruang bagi sebuah penghormatan sakral. Di tempat yang biasanya menjadi titik santai warga, kini berubah menjadi ruang hening penuh makna, (24/6/25).
Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, dipimpin langsung oleh Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tapi menjadi simbol penghormatan dan rasa syukur terhadap jasa para pahlawan, terutama mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan institusi kepolisian.
“Ini adalah momen untuk merenung dan mengenang, bahwa kemerdekaan dan keamanan yang kita rasakan hari ini tidak hadir begitu saja, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa,” ujar Kapolres dalam amanatnya.
Jajaran personel Polres Boltim, Bhayangkari, terlihat berdiri tegap, memberikan penghormatan terakhir di tepi pantai. Aroma laut yang menyatu dengan keheningan menambah suasana sakral prosesi tersebut.
Setelah upacara singkat, rangkaian bunga dibawa mendekati laut. Dengan langkah pasti, Kapolres Boltim bersama jajaran menaburkan bunga ke perairan, simbol pelepasan doa dan penghargaan bagi arwah para pejuang bangsa.

Bukan tanpa alasan Pantai Tombolikat Selatan dipilih sebagai lokasi. Lokasi ini merupakan salah satu titik penting dalam sejarah lokal dan menjadi pengingat bahwa pengorbanan ada di setiap sudut negeri, bahkan di pinggiran yang jauh dari sorotan nasional.
Kegiatan ini pun menjadi bagian dari komitmen Polres Boltim untuk terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme, penghormatan terhadap sejarah, dan loyalitas kepada Bangsa.
“Semoga semangat Bhayangkara tetap menyala dalam sanubari seluruh anggota, agar terus mengabdi dengan integritas dan profesionalisme,” tutup AKBP Golfried.
Dengan mengenang para Pahlawan di lokasi yang sederhana tapi bermakna, Polres Boltim ingin menunjukkan bahwa penghormatan tak harus dilakukan di tugu atau makam megah.
Di mana pun, selama ada ketulusan dan doa, penghargaan bisa menjadi sangat berarti. (*/Red)












