Manado, NetzID.com – Upaya jemput bola investasi terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Wakil Bupati (Wabup Boltim), Argo V. Sumaiku, secara langsung menemui Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Mr. Adrian Palm, untuk menawarkan segudang potensi daerahnya kepada pemerintah dan pengusaha Negeri Kincir Angin.
Pertemuan strategis yang berlangsung hangat itu menjadi panggung bagi Boltim untuk unjuk gigi. Mewakili Bupati Boltim, Wabup Argo memaparkan secara komprehensif Peta dan Profil Investasi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Bukan kaleng-kaleng, potensi yang disodorkan mencakup sektor-sektor primadona.
Mulai dari perkebunan yang subur, pertanian hortikultura bernilai ekspor, perikanan laut yang melimpah, pariwisata eksotis yang belum banyak terjamah, hingga sektor pertambangan yang menjanjikan. Semua potensi itu dikemas untuk menarik minat investor Belanda agar mau menanamkan modal dan membangun kemitraan jangka panjang di ujung timur Sulawesi Utara tersebut.
Dalam paparannya, Argo menegaskan komitmen penuh Pemkab Boltim. Pihaknya tidak hanya menawarkan sumber daya alam, tetapi juga jaminan iklim investasi yang kondusif.
“Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Argo.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Boltim serius. Investasi yang masuk tidak boleh merusak alam, harus memberdayakan warga lokal, dan taat aturan. Konsep investasi aman, nyaman, transparan, dan berkelanjutan menjadi harga mati yang ditawarkan.
Langkah agresif Boltim ini tidak berjalan sendiri. Wabup Argo hadir dengan formasi lengkap. Tampak mendampingi Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Wakil Ketua DPRD Medy Lensun, Anggota DPRD, Asisten II Setda Boltim Haris Sumanta, serta Kepala Dinas Pariwisata Eko Marsidi. Kehadiran pimpinan legislatif dan eksekutif ini menunjukkan solidnya dukungan politik dan birokrasi untuk mengawal investasi.
Pertemuan penting ini sendiri diprakarsai oleh Konsul Kehormatan Belanda untuk Sulawesi, Osco Olfriady Letunggamu. Inisiatif ini menjadi jembatan untuk mempererat hubungan bilateral antara Pemerintah Belanda dengan daerah-daerah potensial di Sulawesi, dan Boltim menjadi salah satu yang dilirik karena pertumbuhan dan potensinya.
Bagi Boltim, pertemuan ini lebih dari sekadar seremonial. Ini adalah pintu masuk menuju kemitraan strategis di berbagai bidang, tidak hanya investasi, tetapi juga perdagangan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pemkab Boltim berharap, dari tangan dingin diplomasi ini, akan lahir investasi nyata yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. Muara akhirnya jelas, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejalan dengan visi besar Boltim Bangkit, yaitu bekerja membangun desa menuju masyarakat Bolaang Mongondow Timur yang sejahtera dan berkelanjutan, kolaborasi dengan Belanda diharapkan menjadi akselerator percepatan pembangunan. (*Red)












