Boltim, NetzID.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menggelar agenda Reses di setiap daerah pemilihan (Dapil) pada Jumat (5/12/2025). Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah Reses anggota DPRD di Dapil II, yang dipusatkan di Kecamatan Motongkad dan menyasar sejumlah titik prioritas usulan masyarakat.
Agenda reses kali ini terlihat lebih inovatif dibanding sebelumnya. Para anggota DPRD tidak hanya menggelar pertemuan formal, tetapi juga turun langsung ke lokasi yang menjadi sumber aspirasi warga. Empat anggota DPRD Boltim dari Dapil II terjun bersama-sama meninjau kondisi lapangan, yakni Wilken Rareho dari Fraksi PDI Perjuangan, Toni Olola dan Abdul Kader Bachmid dari Fraksi NasDem, serta Dicky Wahyudi Daumpung dari Fraksi Demokrat.

Peninjauan pertama dilakukan di area persawahan Desa Motongkad. Para legislator meninjau kondisi drenase sepanjang 3 kilometer yang sering dikeluhkan petani, terutama saat musim hujan. Banyak titik saluran yang telah menyempit dan membutuhkan peningkatan agar aliran air tidak mengancam hasil panen warga. Setelah itu, rombongan bergerak menuju lokasi kedua di Jalan Pertanian Tabang sepanjang 2 kilometer. Jalan ini menjadi akses vital bagi para petani untuk mengangkut hasil pertanian, namun kondisinya dinilai memerlukan perbaikan.
Lokasi terakhir yang ditinjau adalah kawasan Perumahan Nelayan, tempat masyarakat mengusulkan pembangunan tanggul sepanjang 600 meter untuk melindungi pemukiman dari ancaman abrasi dan gelombang pasang.

Tinjauan Lapangan Itu Menjadi Bukti Komitmen Dprd Boltim Untuk Menyerap Aspirasi Secara Langsung Dan Menentukannya Sebagai Prioritas Pembangunan.
Ketua Komisi I DPRD Boltim, Wilken Rareho, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya metode reses turun langsung seperti ini.

“Dengan melihat sendiri kondisi lapangan, kami bisa memastikan bahwa aspirasi warga benar-benar sesuai kebutuhan. Kami berharap seluruh titik yang kami tinjau hari ini dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah tahun mendatang,” ujar Wilken.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara DPRD, Pemerintah Kecamatan, Serta Pemerintah Desa sangat penting agar setiap program benar-benar tepat sasaran. “Kami ingin pembangunan di Boltim tidak lagi berdasarkan data di atas kertas, tetapi berdasarkan kondisi faktual,” tegasnya.

Reses anggota DPRD Boltim di Dapil II ini turut di hadiri Pemerintah Kecamatan Motongkad, para Sangadi se-Kecamatan Motongkad, unsur Masyarakat, serta Pegawai dan Staf Sekretariat DPRD Boltim yang mendampingi jalannya kegiatan. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya aspirasi yang disampaikan langsung di lapangan.
Melalui reses inovatif ini, DPRD Boltim berharap aspirasi masyarakat bisa lebih cepat diakomodasi dan direalisasikan lewat program pembangunan yang berkelanjutan. Dengan turunnya para wakil rakyat ke titik-titik strategis, Pemerintah Daerah diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam merencanakan intervensi pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

(Advetorial)












