Tutuyan, NetzID.com – Ribuan warga memadati Lapangan Gogaluman, Tutuyan, Senin malam (21/7/2025), untuk merayakan puncak Kabela Fest 2025, sebagai bagian dari Hari Ulang Tahun ke-17 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hadir langsung Bupati Boltim Oskar Manoppo, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, yang disambut meriah oleh masyarakat.
Sorak-sorai dan antusiasme warga menyambut penampilan bintang tamu utama, penyanyi nasional berdarah Totabuan Novia Bachmid, yang tampil memukau dengan vokalnya yang kuat dan karisma panggungnya. Tak hanya itu, artis lokal Braga juga sukses menghibur dan menghangatkan suasana malam penuh suka cita ini.
Dalam prosesi simbolik, dilakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, yang menjadi momen penuh makna sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan Boltim selama 17 tahun terakhir.
“Kabela Fest bukan sekadar pesta seni dan hiburan; lebih dari itu, ini adalah simbol identitas, semangat persatuan, dan cinta akan budaya kita,” tegas Bupati Oskar Manoppo dalam sambutannya.
Oskar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Kabela Fest sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus momentum konsolidasi sosial.
“Mari kita jaga semangat ini. Jadikan Kabela Fest sebagai gebrakan budaya hidup, bukan sekadar seremoni tahunan,” ujarnya lagi.
Bupati juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga warga biasa untuk meninggalkan perbedaan demi membangun Boltim bersama.
“Membangun daerah kita tanpa saling menjatuhkan dan memperpanjang perbedaan. Kita butuh gotong royong, bukan ego sektoral,” tutupnya.
Puncak perayaan ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Moh. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., para asisten dan tenaga ahli bupati, serta seluruh kepala OPD se-Kabupaten Boltim.
Gelaran Kabela Fest 2025 ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mendorong kebangkitan pariwisata dan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Dengan semangat “Kerja Bersama untuk Boltim Bangkit,” malam kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga penguatan nilai budaya dan identitas lokal. (*Red)












