Tutuyan, NetzID.com – Musyawarah Desa Khusus yang digelar di Dusun I Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kamis (22/5/2025), menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Tutuyan III.
Melalui proses voting tertutup, Rits Rumewo resmi terpilih sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KopDes MP) Desa Tutuyan III, koperasi yang digadang-gadang akan menjadi motor penggerak perekonomian Desa.
Musyawarah yang berlangsung hangat ini dihadiri Sangadi (kepala desa) bersama seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lengkap dengan anggotanya, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, perwakilan pegawai Kantor Kecamatan Tutuyan, serta perwakilan masyarakat Desa Tutuyan III.

Dalam sambutannya, Sangadi Tutuyan III menyampaikan harapan besar kepada koperasi yang baru terbentuk ini.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi wadah bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pengurus terpilih mampu bekerja jujur, transparan, dan profesional,” ujarnya.
Dari hasil musyawarah, terpilih lima pengurus inti dan dua orang pengawas koperasi. Struktur ini diharapkan mampu membawa koperasi berjalan sesuai prinsip koperasi modern, dengan fokus pada unit-unit usaha seperti perikanan, pertanian, perdagangan, dan jasa yang akan memberikan manfaat langsung kepada anggota koperasi maupun masyarakat desa Tutuyan III, secara umum.
Rits Rumewo, yang kini memegang amanah sebagai Ketua, mengaku siap membawa Koperasi Desa Merah Putih ke level yang lebih maju.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal tanggung jawab sosial. Saya bersama teman-teman pengurus akan berusaha maksimal mengembangkan unit usaha koperasi agar bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga,” kata Rits kepada wartawan media ini.
Menurut Rits, langkah awal yang akan dilakukan adalah penyusunan rencana kerja koperasi, termasuk pemetaan potensi usaha desa, penyusunan standar operasional, serta penyiapan proposal kerja sama dengan pihak perbankan dan lembaga mitra.

“Kami akan bergerak cepat, karena potensi desa sangat besar, mulai dari sektor kelautan, pertanian, hingga perdagangan lokal. Ini saatnya desa bergerak mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Tutuyan Sukriyendi Kolopita, SE., menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh pengurus, tetapi juga oleh partisipasi aktif anggota dan masyarakat, serta dukungan penuh dari pemerintah desa.
“Semua elemen harus bergerak bersama. Kalau hanya pengurus yang bekerja, koperasi tidak akan kuat,” ujarnya.
Musyawarah desa ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup kuat di Tutuyan III. Dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih, masyarakat berharap ada perubahan nyata, terutama dalam pemberdayaan ekonomi di Desa Tutuyan III, yang selama ini sering terhambat oleh keterbatasan akses modal dan pasar.
Ke depan, koperasi ini diharapkan mampu menjalin kerja sama dengan pihak swasta, pemerintah daerah, dan bahkan lembaga Perbankan untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Rits Rumewo dan jajaran pengurus pun diharapkan mampu menjaga amanah dan membawa koperasi ini menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain di Bolaang Mongondow Timur.
Penulis : (R) | Editor : Redaksi











