Manado, NetzID.com | Suasana pagi di salah satu hotel di Kota Manado terasa berbeda, Selasa (1/7/2025). Ruang itu menjadi saksi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan adaptif.
Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., membuka secara resmi tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Boltim.
Agenda ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ini adalah perwujudan dari mimpi besar tentang birokrasi yang tak hanya bekerja, tapi berpikir, bergerak, dan beradaptasi.

Di hadapan peserta seleksi, panitia nasional dan provinsi, serta para pejabat struktural, Oskar menyampaikan arah dan harapannya: “Kita tidak sedang mencari pejabat biasa. Kita sedang mencari arsitek birokrasi Boltim.”
Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Kepala BKPSDM Boltim, serta Ketua Panitia Seleksi, Dr. Jemmy Kumendong.
Sosok yang tak asing dalam jagat birokrasi Sulawesi Utara ini menjadi penjamin bahwa proses seleksi ini berjalan sesuai prinsip meritokrasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) adalah posisi yang tak hanya administratif, tetapi strategis. Dialah jantung dari mesin birokrasi. “Sekda adalah konduktor dalam orkestra pemerintahan. Dialah yang memastikan setiap nada pembangunan berbunyi selaras,” tegas Oskar.

Tak heran, Bupati menekankan pentingnya kombinasi antara kapasitas teknokratis dan kekuatan kepemimpinan visioner. Menurutnya, sekda ke depan harus mampu membaca arah angin kebijakan nasional, menyerap aspirasi lokal, dan mengubahnya menjadi gerak cepat birokrasi.
“Kalau hanya pintar membaca aturan, mesin bisa. Tapi membaca perubahan, dan menggerakkan orang dengan integritas dan semangat pelayanan, hanya bisa dilakukan oleh pemimpin sejati,” ucap Oskar dengan nada tegas.
Seleksi Sekda Boltim ini terbuka dalam proses penyaringan, bukan hanya dari segi kompetensi administratif, tapi juga ide dan semangat. Mereka yang hadir di ruang seleksi bukan hanya membawa CV, tapi juga membawa visi.
Bupati menegaskan, ini bukan proses formalitas. “Ini adalah investasi sumber daya manusia paling strategis. Jangan anggap sepele. Siapa pun yang terpilih, akan menjadi aktor utama dalam memastikan pembangunan berjalan efektif, efisien, dan berdampak.”
Tahapan hari ini adalah uji kompetensi bidang. Di sinilah para kandidat akan diuji, bukan hanya soal teknis pekerjaan, tetapi juga cara berpikir, ketajaman strategi, dan kepemimpinan dalam situasi kompleks.
Bupati Oskar menggarisbawahi, ke depan birokrasi Boltim tidak cukup hanya mampu menjalankan fungsi, tapi juga harus menjadi katalisator transformasi lintas sektor. Birokrasi dituntut proaktif, bukan reaktif.
Dengan penuh keyakinan, Oskar menyebutkan bahwa proses seleksi ini akan melahirkan figur pemimpin yang bukan hanya hadir sebagai administrator, tetapi sebagai motor perubahan.
“Kita tidak ingin Sekda yang nyaman di balik meja. Kita butuh Sekda yang aktif di lapangan, mendengar suara rakyat, dan menyusun strategi dari sana,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan, seleksi ini diharapkan akan membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Proses yang adil dan transparan akan menjadi cermin dari komitmen Boltim dalam mengelola pemerintahan yang melayani.
Agenda besar “Boltim Bangkit” menjadi kerangka utama. Semua elemen pemerintahan diarahkan untuk bersinergi dan menyatu dalam misi besar ini.
Dari pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengawasan anggaran, semuanya harus terorkestrasi rapi.
“Sekda itu bukan hanya penyambung antara pimpinan dan OPD, tetapi penjaga irama dari setiap gerakan pembangunan,” tutur Bupati dalam penutupan sambutannya.
Dengan spirit ini, seleksi terbuka Sekda Boltim 2025 menjadi momentum penting.
Momentum menyaring pemimpin yang mampu menjembatani antara idealisme pembangunan dan realitas pelayanan.
Boltim sedang menata langkah. Seleksi Sekda hari ini adalah satu dari sekian langkah awal yang strategis. (*Red)












