Tutuyan, NetzID.com – Dewi Athena Tri Manjadda, siswi kelas 4 dari SD Negeri 2 Buyat 2, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Oskar Manoppo untuk mengikuti babak final Indonesian STEM Competition and Creativity (ISTEMCC) 2025 di Bandung. Final kompetisi bergengsi tingkat nasional ini akan berlangsung pada 26–27 Juli 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
ISTEMCC merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan STEM Education Creativity di bawah naungan Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan UPI. Dalam ajang ini, Dewi Athena akan mewakili Boltim di kategori Mechatronics I khusus jenjang sekolah dasar yang menguji kemampuan merakit alat berbasis sensor dan sistem otomatis sederhana.
“Keberangkatan Dewi adalah simbol semangat baru anak-anak Boltim dalam menatap masa depan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Bupati Oskar Manoppo dalam sambutannya saat melepas Dewi, Kamis (24/7/2025), di Kantor Bupati.
Bupati menambahkan bahwa prestasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Boltim mampu bersaing, bahkan di level nasional hingga internasional. “Kami semua bangga dan mendoakan agar ananda sukses dalam final ISTEMCC 2025,” ucapnya penuh semangat.
Dewi Athena adalah satu dari segelintir siswa SD yang berhasil menembus babak final ajang yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Dalam kategori Mechatronics I, peserta ditantang untuk menyusun proyek mini berbasis microcontroller, mengaplikasikan sensor gerak, LED, dan motor listrik DC.
Guru pendamping Dewi mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan intens selama dua bulan terakhir. “Dewi memang memiliki ketertarikan kuat di bidang robotika dan coding. Semangat belajarnya luar biasa,” ujarnya.
Tak hanya menjadi kebanggaan sekolah, keikutsertaan Dewi juga dianggap sebagai pencapaian besar bagi dunia pendidikan dasar di Boltim. Ia menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di wilayah yang tengah berbenah di bidang teknologi.
Bupati Oskar berharap kisah Dewi bisa menginspirasi pelajar lain di Boltim untuk terus mengejar prestasi. “Mari kita dorong anak-anak kita agar terus belajar, berinovasi, dan berkarya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Pemkab Boltim sendiri berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan berbasis teknologi dan inovasi, termasuk melalui pelatihan, lomba, hingga kerjasama dengan perguruan tinggi. (*Red)












