Boltim, NetzID.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo V. Sumaiku, menghadiri kegiatan penilaian program Aku Hatinya PKK tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Desa Bongkudai Timur, Kecamatan Mooat, Selasa 26 Agustus 2025. Kehadiran Wabup sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap gerakan PKK yang fokus pada upaya menciptakan keluarga sejahtera, mandiri, dan berdaya melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Program Aku Hatinya PKK merupakan singkatan dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman. Gerakan ini mendorong setiap keluarga untuk memanfaatkan halaman rumah dengan menanam tanaman pangan, gizi, hingga obat-obatan tradisional yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
“Melalui program ini, keluarga tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga serta menjaga lingkungan tetap sehat dan produktif,” ujar Argo dalam sambutannya.
Dalam penilaian tersebut, Desa Bongkudai Timur menampilkan sejumlah inovasi pemanfaatan pekarangan, mulai dari kebun sayur organik, budidaya tanaman obat keluarga, hingga pemanfaatan lahan dengan sistem tumpang sari. Warga juga menunjukkan hasil olahan pangan lokal yang dikembangkan melalui kelompok PKK desa.
Data dari TP PKK Boltim mencatat, lebih dari 60 persen rumah tangga di Kecamatan Mooat sudah menerapkan pemanfaatan lahan pekarangan. Hal ini menjadi modal kuat untuk memperluas gerakan ketahanan pangan berbasis keluarga di tingkat kabupaten.
Argo menambahkan, program Aku Hatinya PKK sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. “Kami akan terus mendukung PKK dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan sejahtera, karena pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat, khususnya kaum ibu,” katanya.
Acara penilaian ini turut dihadiri tim penilai dari Provinsi Sulawesi Utara, jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim, serta masyarakat desa yang antusias menyambut kegiatan tersebut. Penilaian ini bukan hanya lomba, melainkan juga ajang pembelajaran dan tukar pengalaman antar desa dalam mengembangkan potensi lokal.
Momentum ini diharapkan mampu memotivasi desa-desa lain di Boltim untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan, gizi, sekaligus peningkatan ekonomi keluarga. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri menghadapi tantangan ketahanan pangan dan inflasi bahan pokok.
Kehadiran Wabup Argo V. Sumaiku Sekaligus Menjadi Dorongan Moral Bagi Pkk Dan Masyarakat Untuk Terus Berinovasi Menciptakan Desa Mandiri Dan Produktif. (Red)












